midah zone

lihat segalanya lebih dekat...

Karakter Belajar Abad 21; PMRI cs




Seiring dengan pekembangan zaman, tidak hanya peningkatan dalam bidang teknologi informasi yang harus diikuti tetapi juga perkembangan cara belajar siswa khususnya di Indonesia agar mampu berkompetisi di era ini. Setelah pada postingan sebelumnya saya memberikan penjelasan tentang karakter dan keterampilan siswa Era 21, kali ini saya ingin membagi ilmu pada sobat blogger tentang Karakter Belajar di Abad 21. Pada mata kuliah Introduction Realistic Mathematics Education (RME) yang dibawakan oleh Prof. Zulkardi pada tanggal 28 November 2011, beliau mengatakan bahwa terdapat "4 karakter Belajar Abad 21" yang tentunya juga sejalan dengan pembelajaran matematika melalui pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). Cekidot

· Komunikasi (Communication)
Pada karakter ini, siswa dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Siswa diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari gurunya.

· Kolaborasi (Collaboration)

Siswa harus menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan; beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang lain; menempatkan empati pada tempatnya; menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain; memaklumi kerancuan.

· Berpikir Kritis (Critical Thinking) dan Problem Solving
Siswa diberikan kesempatan untuk berusaha memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem.

Siswa juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, siswa juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.

· Kreatif (Creativity) dan Berinovasi (Innovation)

Siswa dituntun agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.


Empat karakter diatas ternyata sejalan dengan karateristik PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Insonesia) yang merupakan pengembangan dari pendekatan RME (Realistics mathematics Education) yang ditemukan oleh Bapak Freudenthal, mengatakan bahwa :
  • Mathematics education that is compatible with the idea of mathematics as a human activity.
  • Mathematics ought not to be associated with mathemattics as well-organized deductive system, but with mathematics as a human activity.
  • The activity on one level is subjected to analysis on the next [and] operational matter on one level becomes a subject matter un the next level.

Lima karakteristik PMRI yaitu :
  1. Use of contextual problem, penggunaan real konteks sebagai titik tolak belajar matematika. Siswa dituntut berpikir kritis dan menyelesaikan masalah-masalah yang bisa dikaitkan dengan matematika;
  2. Use of model, penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal (abstrak) sebelum menggunakan cara formal (konkrit) atau rumus. Siswa pun juga harus kreatif pada tahap ini dengan melakukan inovasi atau bisa juga dengan reinvention (menemukan rumus yang ada dengan caranya sendiri);
  3. Intertwined,unit-unit pembelajaran tidak akan dapat dicapai secara terpisah tetapi keterkaitan dan keterintegrasian harus dieksploitasi dalam pemecahan masalah sehingga muncul lah kolaborasi antar materi yang satu dengan materi yang lainnya;
  4. Interactivity, Negosiasi secara eksplisit, intervensi, kooperasi dan evaluasi sesama siswa dan guru adalah faktor penting dalam proses belajar secara konstruktif dimana strategi informal siswa digunakan sebagai jantung untuk mencapai yang formal. Yang secara langsung timbul komunikasi, dan kolaborasi antar siswa dan siswa ke pengajar (guru); dan
  5. Use students contribution, pembelajaran berlangsung lebih mengutamakan kontribusi siswa agar siswa lebih aktif dan mampu menggunakan kemampuannya dengan optimal . Hal ini sejalan dengan karakter critical thinking and problem solving, and creativity and innovation.
Kelima prinsip tersebut diatas sangat sejalan dengan karakteristik pembelajaran pada abad 21. sehingga sangatlah tepat bila kita menerapkan pendekatan PMRI untuk mengajarkan matematika di sekolah. Semoga bisa membuka pikiran para pengajar agar bisa membentuk siswa yang berkualitas di masa depan ;)


written by. Midah & Shohib
Lihat Segalanya Lebih Dekat ...

Cari

Quote


Human beings everywhere and throughout time have used mathematics ~ Bishop * Mathematics is a human activity

Mengenai Saya

Foto saya
Kediri - Ngawi - Palu - Surabaya - Palembang- Malang, Indonesia

TRANSLATOR

Kamus Bahasa Indonesia


Rumah dijual

Current Time

Blog Archive

Komentar

Followers

Follow by Email

Pengunjung Hari Ini

back to top